Minggu, 06 Desember 2015

Ketika Yamaha MSlaz aka MT15 diparkir jejerin dengan MT25….monggo bandingin mzbro !

Bro dan sis sekalian….kelar jejerin MSlaz dengan moge MT-09….kini muncul lagi gambar lain dengan posisi mirip. Hanya saja sekarang sport naked street fighter tersebut dijejerin MT25. Impressinya??. Galak MSlaz A….Dari gambar diatas harus diakui….sosok MT25 jadi terkesan kalah galak. Apalagi bagian depan….jiaahh kayak adiknya mzbro. Kembali muka dan garpu MSlaz menyumbang terbesar desain yang terkesan moge look. Sayangnya….mesinnya brow….Coba kalau dijejali mesin 2 silinder pasti pada klepek-klepek. Tapi memang…dengan meracik desain sangar pada mesin 150cc otomatis pasar lebih luas. Lah orang banderol lebih terjangkau mzbro. Kalau mesin 250cc….pasti market lebih kecil. Selain itu dengam basis frame deltabox proses R & D lebih gampang….mungkin juga itu alasannya…. Last….produksi part untuk BG7 terus berlangsung. Seluruh vendor pendukung sudah mulai produksi 1000 part hingga lebih. Beberapa part yang terendus yakni cover tanki (kondom)…. inner tanki, velg, lampu LED beserta reflektornya dan banyak lagi lainnya diproduksi lokal. Untuk Kayaba sendiri rumornya hanya dapat jatah suspensi belakang. Kita tunggu saja progress BG7 yang disinyalir sebagai MSlaz. So….kumaha, muantep MSlaz apa MT25 saat jejer bersama??….hehe

Sabtu, 05 Desember 2015

DownForce Pada Winglet Motorsport ( MotoGP dan F1 )

pemirsa sekalian, bersumber dari blognya wa Haji Taufik hehe ,kita akan membahas dengan sedikit tinjauan Teknis tentang efek yang ingin dicapai pada pengaplikasian winglet pada beberapa TeamMotoGP2015 seperti Ducati Desmosedici GP15 dan Yamaha YZR-M1 2015. Seperti Kita ketahui Penggunaan Winglets dalam Dunia balap Motorsport banyak di kenal di awal pada gelaran Balap Formula Satu. Terdapat paling tidak dua bagian utama winglets ( wing) dari Mobil balap Formula 1 depan dan belakang. Namun Kita akan bahas lebih basic lagi . . . dari mana asalnya pemikiran winglet ini ? . .. Flashback lagi ke Ilmu Fisika dulu kita pernah belajar tentang hukum Bernoulli . .. wah mumet? santai, saya akan bawa Fisika ke pembahasan umum bukan ke masalah rumus seperti yang saya terima di bangku sekolah hehe .. . mari kita mulai Sedikit Tinjauan Fisika . . . Bisa dilihat pada gambar potongan melintang dari sayap pesawat udara di atas, dengan kontur agak melengkung di bagian atas dan agak landai di bagian bawah maka Udara akan seperti berdesak desakan di bagian atas kan, nah tekanan ( arah tekanan ke bawah/ downforce ) akan kecil tuh. Sebaliknya di bagian bawah udara melaju kencang karena kontur landai sedikit menghambatnya, kalau udara kencang maka tekanan ( arah tekanan ke atas/upliftforce ) akan besar di sana . ..
Nah Karena tekanan BagianBawah yang mengarah ke atas ( upforce ) lebih besar dari tekanan arah ke bawah ( downforce) di bagian atas sayap ... Maka pesawat akan ikut terbawa terbang ke atas . .. gitu prinsip sederhananya . Masuk Ke Formula 1 di formula satu paling tidak ada dua bagian utama wing . . . Yakni pada bagian depan dan Pada Bagian belakang .. . Bentuk Wing pada bagian depan dan belakang ini tujuan utamanya adalah untuk membuat gaya tekan ke bawah ( down force ) pada masing masing bagian ban . .. Ban depan dan Ban Belakang . .. Prinsip kerja wing pada Formula berkebalikan dengan pesawat terbang mas bro . . . jika pesawatberguna untuk membuat gaya ke atas /upliftforce lebih besar agar pesawat bisa terangkat, Maka Wing pada F1 akan membuat Gaya Tekan ke bawah ( downforce) besar sehingga akan menekan Ban depan dan belakang sehingga tetap Ngegrip.. Gambar di atas adalah Gambar Resmi yang dirilis tim F1 BMW tentang Downforce . . . Bagian Wing depan memiliki downforce yang paling besar dibanding wing pada bagian belakang. Nah menurut teknisi team Petronas Downforce yang terjadi di Mobil F1 dapat membuat Mobil F1 yang sedang melaju 175 km/jam di jalur upsidedown ( bayangkan jalan di langit langit rumah)tidak akan jatuh ke bawah karena sebegitu besar downforcenya bisa mengalahkan besar Gaya Barat Mobil yang diakibatkan Gaya Gravitasi . .. edan nggak tuh besar downforcenya . . MotoGP Nah begitupula jika kita lihat di MotoGP . . Lihat gambar di atas, walaupun tidak se komplek dan seekstreem wing pada F1 tujuannya juga membuat gaya tekan ke bawah ( downforce ) yang akan membuat roda depan lebih banyak menerima tekanan kebawah sehingga ban depan akanbisa lebih nge-gripMelihat ke depan bahwa Michelin punya karakter dimana roda depan agak kurang nge-grip di sidewal saat nikung, penggunaan winglet menurut kacamata riset tentu menarik . . .yang terpikir di otak adalah bagaimana jika pabrikan membuat adjustable winglet. .. nahhh . ..adjustable winglet tentu bukan hal baru di F1 maupun di mobil mobil harian Jadi Gini GP15, M1, RC213V, GSX-RR, RS-GP tentu sudah memakai sensor inertia ( di R1 kita kenal dengan Inertia measuring Unit / IMU ) yang merupakan versi lanjutan dari bank angle sensor . . . lebih komplek karena bisa mendeteksi posisi dan keadaan kemiringan motor ke semua sisi sebanyak biasannya 6 axis . .. nah tentu berbeda kebutuhan grip ban depan saat motor melaju di Straight dan saat nikung.... Nah bagaimana bisa membuat winglet yang bisa diadjust secara otomatik berdasarkan posisi motor . .. Jika sedang ngebut di straight, tentu wingletnya nggak ekstreem ekstreem amat untuk menghindari friksi ban depan yang terlalu tinggi yang mengakibatkan motor lemotdi straight, namun saat nikung ke Kiri atau ke kanan winglet bisa signifikan membuat gaya tekan ke bawah (downforce) untuk ban depan sehingga bisa memperoleh solusi mengatasi karakter ban depan Michelin . .Bukan apa apa, sensornya sudah ada, tinggal mengembangkan model actuator yang bekerja pada wnglet sehingga ketinggian sayap wing di winglet bisa di atur. . . tentueasy to speak hehehe ... namun jelas menarik . . . bukan tidak mungkin jika peraturan Grandprix memperbolehkan dengan koridor yang jelas tentang winglet akan membuat pabrikan menyediakan ruang untuk penelitian di sektor ini . .. atau ada mahasiswa teknik yang tertarik bkin tugas akhir atau desertasi mengenai ini ? silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna~ Source:Wak Haji Topik

Sudah Saatnya Pabrikan Produksi Motor 500-750cc di Indonesia...

Setidaknya sejak tiga setengah tahun lalu, banyak kesempatan bertemu dengan pihak pabrikan, terutama Jepang, sudah saatnya pabrikan memproduksi motor kelas 250cc diIndonesia.
Ada banyak keuntungan yang didapat, baik dari segi harga, fleksibilitas dan marketing.
Bagi rider ketersediaan spare part pun tidak lagi menjadi masalah.
Jawaban dari rekan-rekan pabrikan umumnya menyetujui pertimbangan tersebut.
Dan memang akan menguntungkan prinsipal Indonesia apabila bisa seperti itu.
Namun nampaknya keputusan plant produksi memiliki banyak faktor yang keputusan akhir ada di Jepang nya.
Sampai kemudian akhirnya motor 250cc pun diproduksi di Indonesia mulai tahun 2014 oleh Kawasaki (RR Mono), Yamaha (R25), dan Honda (CBR250RR) menyusul.
Dat obrolan via WA dengan seorang penggila motor, sebut saja namanya bunga,.tentang perkembangan market motor yang saat ini sudah memiliki tuntutan yang sudah berbeda.  Memiliki motor 250cc sudah menjadi sesuatu yang biasa. Kebutuhan pun berkembang ke segmen diatasnya.
Sudah saatnya pabrikan memproduksi motor ber-cc besar 500-750 cc di Indonesia. Setidaknya mulai dari kelas non-sport deh.
Masing-masing pabrikan memiliki andalan di kelas tersebut saat ini. Mulai dari box-seller Er6 families Versys danVulcan, CB500 families, MT-07 danGS750.Selama ini Thailand atau India masih dipercaya jadi basis produksi bagi moge-moge itu.
Lah sama-samamakan nasi, kenapa mereka bisa kitanya engga bisa?
Dulu 250cc engga bisa diproduksi di Indonesia tapi sekarang nyatanya bisa.
Persoalan infrastruktur dan ketersediaan parts? dibuat bertahap aja.
Ada beberapa keuntungan perlu produksi di Indonesia.

Keuntungan Pertama:Untuk mengatasi hambatan bea impor, bea masuk, biaya shipping dan insurance, dan harapannya mendorong revisi skema pajak yang mendorong manufacturing di Indonesia Untuk kelas diatas 500cc biaya yang bisa dihemat cukup signifikan.

Keuntungan Kedua:Alih teknologi dan daya serap tenaga kerja serta modal. Tentunya ini akan mendorong tumbuhnya vendor/supplier nasional yang memiliki kualitas global. Tentu ini harus bertahap. Wajar kalau di tahap-tahap awal masih mengandalkan supplier regional. Ketersediaan parts nasional berkualitas tinggi adalah salah satu syarat penting untuk tumbuhnya industri otomotif nasional. Siapa tahu kemudian akan muncul industri nasional.

Keuntungan Ketiga:Ikut membangun kebanggaan nasional dan merubah persepsi/penerimaan negatif atas moge.

Keuntungan Keempat:….. apa menurut Bro dan Sis?
Moge produksi Indonesia dengan harga yang (lebih) terjangkau?

Stop importing, start producing !!
Kita pasti bisa! hehe
Indonesia bisa !
Source:Kang Leo7

Mengenai Lubang Tangki bahan bakar Yamaha YZR M1 Yang Pindah kebelakang . .

pemirsa sekalian,Yamaha YZR-M1 Model 2016 sebenarnya telah di ujicobakan dalam Real Race semenjak MotoGP Motegi Oleh Katsuyuki Nakasuga, Pebalap wildCard Yamaha Factory Racing Yang saat itu menggunakan Motor dengan Livery Khusus dengan Grafis Kuning Bumble Bee 60 Tahun Yamaha  . ..  Nah Memang jelas Terlihat bahwa Motor M1 yang dipakai Oleh Nakasuga, dan Akhirnya digunakan Oleh Lorenzo dan Rossi pada Test Valencia setelah race Finale memang memiliki Lubang Bahan Bakar yang berada di belakang. . . Gimana analisannya ?saya belum paham si hehe...Tpi artikel yg di tulis kang topik brangkali bisa membantu...langsung ajah deh sayah rangkumin (hihihi)
melihat kenapa Yamaha sampai mengubah Jalur Input Bahan bakar sampai ke belakang ? . . . Kalau analisa di blognya ms topik sih memang ada hubungannya dengan regulasi MotoGP 2016 yang menambah bahan bakar maksimum bagi teamyang awalnya Tahun 2015 hanya 20 liter untuk team Factory Class, menjadi 22 liter untuk semua team di tahun 2016 nanti ...untuk gambaran, berikut adalah gambar Yamaha M1 versi 2015 yang di jepret saat di test Sepang Februari 2015 :

Fuel tenk memang biasannya punya tempat di tengah . . . Bukan apa apa, seperti Bahan bakar minyak tentunya memiliki bobot dan paling aman adalah menempatkan fluida ini berada diposisi paling sentral dalam hitungan titik Pusat massa dari Motor . . . paling gampang adalah ... ditempatkan di tengah . . . dan hampir seluruh Motor yang digunakan di MotoGP menempatkan Fuel Tank di tengah karena perhitungan fisikamengenai Titik pusat Massa (Centre of Grafity) Nah Gimana Untuk 2016 ini ? saya setuju dengan mas topik yg memperkirakan letak Tangki bahan bakar utama Untuk Yamaha M1 versi 2016 masih tetap berada di tengah karena perhitungan fisika mengenai titik pusat massa ini . . . Lubang kebelakang adalah semacam Lubang ekstensi (tambahan) . . . Kenapa arahnya ke belakang? . .. kenapa Bukan Ke depan ? Karena kalau kedepan . ..Space nya sudah nggak cukup sob lihat lagi deh nah di depan fuel Tank M1 2015 itu ada semacam Box filter udara yang dibagian atas umum nya merupakan letak dari ECU dan peranti elektronik . . . jadi istilah anak anak kampung sini sih . ..Udah mentok. . . padahal kapasitas naik 2 liter. Kapsitas fuel tank mau digedein ? bisa saja nanti akan membuat streamline Motor akan berubah dan riding feel pebalap berubah karena letanya berada di bawah jok . .. istilahnya akan membuat M1 makin ‘gemuk’ . . . so salah satu solusi paling aman adalah dibuat ekstension memanjang ke arah belakang . . . yang fungsinya selain sebagai tempat Ngocorin bbm ( Filler cap) juga sebagai space tambahan ekstra 2 liter . . . So masih memperkirakan Bukan full Fuel Tank pindah ke belakang . . . Bukan apa apa . . . saat awal race isi 22 liter bahan bakar ditaroh dibelakang, itu M1 kayaknya akan punya feeling yang sangat berbeda . .. biasannya 20 liter ditaroh ditengah, ini 22 liter ditaroh dibelakang hehehe . . ya kalo pengen ngerasain gimana rasannya sih silahkan Pake motorbawa bensin 22 liter taroh di box givi belakang deh .. monggosilahkan . . . Nah kenapa Yamaha Bisa melakukan itu ? satu yang bisa sya lihat . .. karena Yamaha memiliki sistem Exhaust Slash cut yang tidak berada di Buntut .. . Jika sistem Exhaust (knalpot/ muffler ) berada di belakang, maka kalau dipaksakan Filler cap di belakang juga ini akan berakhibat . . . Knalpot selain berfungsi sebagai saluran gas buang, juga sebagai ‘heater‘ . . yang akan memanaskan Fuel Tank. . . Persis seperti yang terjadi di Ducati Desmosedici GP14 series . . . itulah kenapa pernah satu ketika motor Dovi kayak kehabisan bensin, padahal itu karena bensinnya ‘nguap’ di dalamfuel tank yang panas karena mendapat heater dari Pipa Knalpot, steleh motor didinginin ,seketika seperti memperoleh kembali bbm tambahan dari kondensasi bbm kata Gigi Dall Igna dahulu . . . so ini hanya analisa dan opini . . . silahkan dikunyah kunyah sob . . . semoga berguna~

Motogp : Apakah Valentino Rossi akan pensiun musim 2017??....Berikut Jawaban Vale

Bro dan sis sekalian….mungkin musim 2015 adalah masa terpahit bagi Valentino Rossi. Hanya kalah 5 poin dari Lorenzo.
tensi perseteruan mereka memuncak saat insiden Sepang terjadi. Sudah diikat Yamaha hingga musim depan….banyak yang menduga Rossi bisa saja pensiun musim 2017. Apakah demikian??. Berikut kata Vale….
Awalnya terlihat…seolah-olah masalah hanya terjadi pada Rossi-Marc. Namun perseteruan memuncak ketika Jorge dipandang terlalu reaktif termasuk protes ke race director…memberikan jempol terbalik dan puncaknya menyewa pengacara untuk menganulir banding CAS Rossi. Seluruh drama tersebut membuat hubungan mereka dalam tubuh internal Yamaha rusak….Namun kontrak mengikat Rossi-Lorenzo  ditandemkan hingga 2016 sudah ditanda tangani. Prediksi mengatakan…hubungan mereka akan sulit kembali. Persaingan pembalap terbaik mau tidak mau harus disudahi. Tidak heran prediksi mengatakan…..2017 bisa jadi musim pensiun Valentino Rossi. Apakah demikian??….
“Aku sudah kontrak dengan Yamaha. Ketika aku tanda tangan itu berarti karena aku berniat membalap minimum hingga 2 musim. Tahun ini aku kompetitif, melakukan kerja bagus dan aku akan coba lagi tahun depan. Setelah itu baru aku akan putuskan apakah melanjutkan lagi tahun depan (2017) atau tidak…”seru Vale seperti dilansir Autosport….
Dari konfirmasi tersebut bisa dipastikan….pensiun tidaknya Rossi tergantung dari performanya tahun depan. Jika kompetitif…..maka bisa saja terus membalap hingga 2017. Namun jika tidak…..tahun depan mungkin akan menjadi musim terakhir Vale diajang Motogp. Jawabannya….tentu tergantung dari prestasi the Doctor musim 2016 nanti~
Source:IWB

Mulai April 2016…..SIM C akan dipecah jadi tiga !

pamiarsa sekalian :-D ….kabar terbaru datang dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri yang menyatakan akan memecah SIM C menjadi 3 berdasarkan kubikasi motor yang ditunggangi.
Untuk biaya pembuatannya juga berbeda. Semakin besat cc makabiaya juga makin mahal.
Maksudnya??….Jadi gini mzbrow. Mulai triwulan pertama Korlantas Mabes Polri akan menerbitkan 3 SIM berdasarkan cc yakni SIM C untuk 250cc kebawah….SIM C1 untuk motor kubikasi 250cc-500cc dan SIM C2 untuk motor berkapasitas 500cc keatas.
JadiSIM C ini ibaratnya SIM yang sudah kita pegang saat ini. Sementara kalau sampeyan nyetir motor diatas 250cc maka pengendara kudu memiliki SIM C1. Tidak cukup sampai disitu….Kalau sampeyan ingin nyemplak motor diatas 500cc harus mencari SIM C2. Jelas yo sampai disini. “Iya mulai berlaku 2016, perkiraan pada bulan April 2016,”tegas Kombes Pol Unggul Sedyantoro, Kepala Bagian Keamanan dan Keselamatan, Korlantas Mabes Polri.
sangat baik peraturan diatas selama dilapangan benar-benar ditegakkan dengan uji yang ketat. Karena seperti yang kita tahu….motor cc besar memang membutuhkan skill diatas rata-rata akibat power yang besar. Hanya saja….kalau boleh usul, mungkin tidak harus 3 SIM sekaligus bagi pengendara moge…Mungkin bisa dipertimbangkan, sebuah SIM yang bisa mencakup semua. Artinya penunggang moge pastinya sudah ahli mengendarai motor cc dibawahnya. Jadi SIM C2 seharusnya bisa digunakan untuk nyemplak motor kecil dan tidak perlu cari SIM C biasa lagi.Bayangin wae….dalam satu dompet ada 3 SIM C hanya untuk cari legalitas nunggang Beat atau Mio…sepertinya tidak efisien ya bro……Last…..biaya SIM C1 dan C2 dipastikan lebih mahal dibanding SIM C biasa. Hal ini disesuaikan kapasitas mesin dimana biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) juga berbeda. Nah….kita tunggu saja rumusannya seperti apa mengingat keputusan ini adalah hal baru setelah hampir puluhan tahun lamanya kita terbiasa memiliki satu SIM untuk kapasitas berapapun. ~
Source:IWB

Ketika Yamaha MSlaz jejer MT-09…edian ora kebanting

Bro dan sis sekalian….pasti banyak yang penasaran bagaimana sosok Yamaha MSlaz ketika diparkir jejer dengan moge MT series. Seperti mengerti keinginan para biker ditanah air…..gambar yang dishare oleh forum Thailand ini menunjukkan…..MSlaz ternyata tidak kebanting saat dijejerin MT09……Secara dimensi mungkin MSlaz memang lebih kecil.
Namun dari postur….terlihat kedua sport beda kubikasi ini sama-sama padat. Tidak bisa saya pungkiri…..MSlaz tidak kebanting.Cukup menarik tentunya mzbro karena ukuran ban motor 150cc ini lebih kecil. Saat saya perhatikan jelas.. hal ini akibat komponen garpu depan yang gambot…..Yup…dibekali garpu model up sidedown (USD) bukan teleskopik…..
MSlaz mampu jabanin sisi visual kakaknya. Suka atau tidak….harus di akui…..Yamaha kali ini berhasil membuat kesan ringkih hilang babar blas haha. Silinder blok mungil tertutupi desain yang begitu brilian. Model headlamp pun ternyata juga lebih gahar. Hanya satu yang sangat disayangkan….Kenapa mereka malah menurunkan desain ini pada sport150cc??. Coba desain tersebut dicangkokkan pada mesin 250cc 2 silinder alias MT25….. Memang proses R & D lebih sulit dikarenakan Yamaha tidak memiliki frame 250cc deltabox. Hanya saja kalau desain sudi digarap serius seperti MSlaz...potensi dicintai para biker lebih besar.So….seperti apa sosok MSlaz saat dijejerin MT09?. Nih dia gambarnya kang. USD-nya  yang emang bikin maut….. :-D

Source:IWB