Minggu, 06 Desember 2015
Ketika Yamaha MSlaz aka MT15 diparkir jejerin dengan MT25….monggo bandingin mzbro !
Sabtu, 05 Desember 2015
DownForce Pada Winglet Motorsport ( MotoGP dan F1 )
Sudah Saatnya Pabrikan Produksi Motor 500-750cc di Indonesia...
Setidaknya sejak tiga setengah tahun lalu, banyak kesempatan bertemu dengan pihak pabrikan, terutama Jepang, sudah saatnya pabrikan memproduksi motor kelas 250cc diIndonesia.
Ada banyak keuntungan yang didapat, baik dari segi harga, fleksibilitas dan marketing.
Bagi rider ketersediaan spare part pun tidak lagi menjadi masalah.
Jawaban dari rekan-rekan pabrikan umumnya menyetujui pertimbangan tersebut.
Dan memang akan menguntungkan prinsipal Indonesia apabila bisa seperti itu.
Namun nampaknya keputusan plant produksi memiliki banyak faktor yang keputusan akhir ada di Jepang nya.
Sampai kemudian akhirnya motor 250cc pun diproduksi di Indonesia mulai tahun 2014 oleh Kawasaki (RR Mono), Yamaha (R25), dan Honda (CBR250RR) menyusul.
Dat obrolan via WA dengan seorang penggila motor, sebut saja namanya bunga,.tentang perkembangan market motor yang saat ini sudah memiliki tuntutan yang sudah berbeda. Memiliki motor 250cc sudah menjadi sesuatu yang biasa. Kebutuhan pun berkembang ke segmen diatasnya.
Sudah saatnya pabrikan memproduksi motor ber-cc besar 500-750 cc di Indonesia. Setidaknya mulai dari kelas non-sport deh.
Masing-masing pabrikan memiliki andalan di kelas tersebut saat ini. Mulai dari box-seller Er6 families Versys danVulcan, CB500 families, MT-07 danGS750.Selama ini Thailand atau India masih dipercaya jadi basis produksi bagi moge-moge itu.
Lah sama-samamakan nasi, kenapa mereka bisa kitanya engga bisa?
Dulu 250cc engga bisa diproduksi di Indonesia tapi sekarang nyatanya bisa.
Persoalan infrastruktur dan ketersediaan parts? dibuat bertahap aja.
Ada beberapa keuntungan perlu produksi di Indonesia.
Keuntungan Pertama:Untuk mengatasi hambatan bea impor, bea masuk, biaya shipping dan insurance, dan harapannya mendorong revisi skema pajak yang mendorong manufacturing di Indonesia Untuk kelas diatas 500cc biaya yang bisa dihemat cukup signifikan.
Keuntungan Kedua:Alih teknologi dan daya serap tenaga kerja serta modal. Tentunya ini akan mendorong tumbuhnya vendor/supplier nasional yang memiliki kualitas global. Tentu ini harus bertahap. Wajar kalau di tahap-tahap awal masih mengandalkan supplier regional. Ketersediaan parts nasional berkualitas tinggi adalah salah satu syarat penting untuk tumbuhnya industri otomotif nasional. Siapa tahu kemudian akan muncul industri nasional.
Keuntungan Ketiga:Ikut membangun kebanggaan nasional dan merubah persepsi/penerimaan negatif atas moge.
Keuntungan Keempat:….. apa menurut Bro dan Sis?
Moge produksi Indonesia dengan harga yang (lebih) terjangkau?
Stop importing, start producing !!
Kita pasti bisa! hehe
Indonesia bisa !
Source:Kang Leo7
Mengenai Lubang Tangki bahan bakar Yamaha YZR M1 Yang Pindah kebelakang . .
pemirsa sekalian,Yamaha YZR-M1 Model 2016 sebenarnya telah di ujicobakan dalam Real Race semenjak MotoGP Motegi Oleh Katsuyuki Nakasuga, Pebalap wildCard Yamaha Factory Racing Yang saat itu menggunakan Motor dengan Livery Khusus dengan Grafis Kuning Bumble Bee 60 Tahun Yamaha . .. Nah Memang jelas Terlihat bahwa Motor M1 yang dipakai Oleh Nakasuga, dan Akhirnya digunakan Oleh Lorenzo dan Rossi pada Test Valencia setelah race Finale memang memiliki Lubang Bahan Bakar yang berada di belakang. . . Gimana analisannya ?saya belum paham si hehe...Tpi artikel yg di tulis kang topik brangkali bisa membantu...langsung ajah deh sayah rangkumin (hihihi)
melihat kenapa Yamaha sampai mengubah Jalur Input Bahan bakar sampai ke belakang ? . . . Kalau analisa di blognya ms topik sih memang ada hubungannya dengan regulasi MotoGP 2016 yang menambah bahan bakar maksimum bagi teamyang awalnya Tahun 2015 hanya 20 liter untuk team Factory Class, menjadi 22 liter untuk semua team di tahun 2016 nanti ...untuk gambaran, berikut adalah gambar Yamaha M1 versi 2015 yang di jepret saat di test Sepang Februari 2015 :
Motogp : Apakah Valentino Rossi akan pensiun musim 2017??....Berikut Jawaban Vale
Bro dan sis sekalian….mungkin musim 2015 adalah masa terpahit bagi Valentino Rossi. Hanya kalah 5 poin dari Lorenzo.
tensi perseteruan mereka memuncak saat insiden Sepang terjadi. Sudah diikat Yamaha hingga musim depan….banyak yang menduga Rossi bisa saja pensiun musim 2017. Apakah demikian??. Berikut kata Vale….
Awalnya terlihat…seolah-olah masalah hanya terjadi pada Rossi-Marc. Namun perseteruan memuncak ketika Jorge dipandang terlalu reaktif termasuk protes ke race director…memberikan jempol terbalik dan puncaknya menyewa pengacara untuk menganulir banding CAS Rossi. Seluruh drama tersebut membuat hubungan mereka dalam tubuh internal Yamaha rusak….Namun kontrak mengikat Rossi-Lorenzo ditandemkan hingga 2016 sudah ditanda tangani. Prediksi mengatakan…hubungan mereka akan sulit kembali. Persaingan pembalap terbaik mau tidak mau harus disudahi. Tidak heran prediksi mengatakan…..2017 bisa jadi musim pensiun Valentino Rossi. Apakah demikian??….
“Aku sudah kontrak dengan Yamaha. Ketika aku tanda tangan itu berarti karena aku berniat membalap minimum hingga 2 musim. Tahun ini aku kompetitif, melakukan kerja bagus dan aku akan coba lagi tahun depan. Setelah itu baru aku akan putuskan apakah melanjutkan lagi tahun depan (2017) atau tidak…”seru Vale seperti dilansir Autosport….
Dari konfirmasi tersebut bisa dipastikan….pensiun tidaknya Rossi tergantung dari performanya tahun depan. Jika kompetitif…..maka bisa saja terus membalap hingga 2017. Namun jika tidak…..tahun depan mungkin akan menjadi musim terakhir Vale diajang Motogp. Jawabannya….tentu tergantung dari prestasi the Doctor musim 2016 nanti~
Source:IWB
Mulai April 2016…..SIM C akan dipecah jadi tiga !
pamiarsa sekalian :-D ….kabar terbaru datang dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri yang menyatakan akan memecah SIM C menjadi 3 berdasarkan kubikasi motor yang ditunggangi.
Untuk biaya pembuatannya juga berbeda. Semakin besat cc makabiaya juga makin mahal.
Maksudnya??….Jadi gini mzbrow. Mulai triwulan pertama Korlantas Mabes Polri akan menerbitkan 3 SIM berdasarkan cc yakni SIM C untuk 250cc kebawah….SIM C1 untuk motor kubikasi 250cc-500cc dan SIM C2 untuk motor berkapasitas 500cc keatas.
JadiSIM C ini ibaratnya SIM yang sudah kita pegang saat ini. Sementara kalau sampeyan nyetir motor diatas 250cc maka pengendara kudu memiliki SIM C1. Tidak cukup sampai disitu….Kalau sampeyan ingin nyemplak motor diatas 500cc harus mencari SIM C2. Jelas yo sampai disini. “Iya mulai berlaku 2016, perkiraan pada bulan April 2016,”tegas Kombes Pol Unggul Sedyantoro, Kepala Bagian Keamanan dan Keselamatan, Korlantas Mabes Polri.
sangat baik peraturan diatas selama dilapangan benar-benar ditegakkan dengan uji yang ketat. Karena seperti yang kita tahu….motor cc besar memang membutuhkan skill diatas rata-rata akibat power yang besar. Hanya saja….kalau boleh usul, mungkin tidak harus 3 SIM sekaligus bagi pengendara moge…Mungkin bisa dipertimbangkan, sebuah SIM yang bisa mencakup semua. Artinya penunggang moge pastinya sudah ahli mengendarai motor cc dibawahnya. Jadi SIM C2 seharusnya bisa digunakan untuk nyemplak motor kecil dan tidak perlu cari SIM C biasa lagi.Bayangin wae….dalam satu dompet ada 3 SIM C hanya untuk cari legalitas nunggang Beat atau Mio…sepertinya tidak efisien ya bro……Last…..biaya SIM C1 dan C2 dipastikan lebih mahal dibanding SIM C biasa. Hal ini disesuaikan kapasitas mesin dimana biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) juga berbeda. Nah….kita tunggu saja rumusannya seperti apa mengingat keputusan ini adalah hal baru setelah hampir puluhan tahun lamanya kita terbiasa memiliki satu SIM untuk kapasitas berapapun. ~
Source:IWB
Ketika Yamaha MSlaz jejer MT-09…edian ora kebanting
Bro dan sis sekalian….pasti banyak yang penasaran bagaimana sosok Yamaha MSlaz ketika diparkir jejer dengan moge MT series. Seperti mengerti keinginan para biker ditanah air…..gambar yang dishare oleh forum Thailand ini menunjukkan…..MSlaz ternyata tidak kebanting saat dijejerin MT09……Secara dimensi mungkin MSlaz memang lebih kecil.
Namun dari postur….terlihat kedua sport beda kubikasi ini sama-sama padat. Tidak bisa saya pungkiri…..MSlaz tidak kebanting.Cukup menarik tentunya mzbro karena ukuran ban motor 150cc ini lebih kecil. Saat saya perhatikan jelas.. hal ini akibat komponen garpu depan yang gambot…..Yup…dibekali garpu model up sidedown (USD) bukan teleskopik…..
MSlaz mampu jabanin sisi visual kakaknya. Suka atau tidak….harus di akui…..Yamaha kali ini berhasil membuat kesan ringkih hilang babar blas haha. Silinder blok mungil tertutupi desain yang begitu brilian. Model headlamp pun ternyata juga lebih gahar. Hanya satu yang sangat disayangkan….Kenapa mereka malah menurunkan desain ini pada sport150cc??. Coba desain tersebut dicangkokkan pada mesin 250cc 2 silinder alias MT25….. Memang proses R & D lebih sulit dikarenakan Yamaha tidak memiliki frame 250cc deltabox. Hanya saja kalau desain sudi digarap serius seperti MSlaz...potensi dicintai para biker lebih besar.So….seperti apa sosok MSlaz saat dijejerin MT09?. Nih dia gambarnya kang. USD-nya yang emang bikin maut….. :-D